Sabtu, 28 Juli 2012

Langkah Setan Menelanjangi Wanita


Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. QS. Al-Ahzab (33) : 59.

Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An-Nur (24) : 31.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. QS. Al-Baqarah (2) : 208.

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. QS. Al-Mujadilah (58) : 19.

Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah Subhanahu Wa Ta ala, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.


I. Menghilangkan Definisi Hijab (Strategi 1)

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.
Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.
Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar i tetap dipertahankan.
Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya ?

1. Membuka Bagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisik kan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan). Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang ? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, Tuh tidak apa-apa kan ?

2. Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu. Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa atau udara, agar tidak gerah. Cobalah ! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.
Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf V yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

3. Berpakaian Tapi Telanjang
Setan berbisik lagi, Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya ? Sang wanita bergumam.... Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang, setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin, begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ariyat (berpakaian tetapi telanjang).
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim no. 2128)

4. Agak di Buka Sedikit
Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha? Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.
Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy, katanya.
Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.


II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit (Strategi 2)

Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

1. Membuka Telapak Kaki dan Tumit.
Setan Berbisik kepada para wanita, Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki. Ini baru agak longgar. Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.
Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. . Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

2. Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran ? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja. (naik sedikit) Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.
Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti.
Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

3. Terbuka Seluruh Betis
Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.
Tetapi apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,.. gumamnya. Fitnah ? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Cristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.
Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.


III. Serba Mini (Strategi 3)

Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.
Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba.
Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan bikini. Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, Menelanjangi Kaum Wanita. Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum.
Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu, Setan tak mau ambil resiko.
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS. Ibrahim (14) : 22.

Dan berkatalah orang-
orang yang mengikuti: Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. QS. Al-Baqarah (2) : 167
Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah Subhanahu Wa Ta ala, kasihanilah mereka, mari selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu a lam bis shawab.

Feminisme dan Teori Kemarahan

Peringatan terhadap Kartini, sering dinisbatkan menjadi gerakan tuntutan untuk kaum perempuan. Tapi tuntutannya penuh amarah

Setiap memperingati Hari Kartini di bulan April, selalu dikaitkan dengan gerakan emansipasi wanita yang ujungnya dibelokkan menjadi masalah "kesetaraan" kaum perempuan.

Emansipasi wanita, sering dinisbatkan menjadi gerakan tuntutan agar kaum perempuan bisa masuk ke bidang-bidang yang diminati sama dengan pria. Baik di ranah politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Tak jarang, sampai masuk ke wilayah agama yang sudah jelas dasar dan ketentuannya. Belakangan, istilah emansipasi ini sudah samar-samar terdengar. Berganti dengan istilah baru dari Barat, bernama `kesetaraan gender'. Kampanye kesetaraan gender ini sudah dirasakan di hampir semua lini kehidupan masyarakat kita.

Kesetaraan, sering dipersepsi dengan penuntutan terhadap berbagai `penindasan' terhadap kaum wanita di dalam kehidupan politik dan pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, maupun dalam kehidupan keluarga. Seiring dengan derasnya arus globalisasi budaya, menyebabkan gerakan `kesetaraan gender', yang dibawah kaum feminis dari Barat, menyebar cepat ke seluruh pelosok dunia, termasuk di pesantren-pesantren.

Feminisme atau paham kesetaraan gender semakin deras pengaruhnya, setelah digelarnya Konferensi PBB IV tentang perempuan di Beijing tahun 1995. Di Indonesia, hasil konferensi tersebut dilaksanakan oleh para feminis, baik melalui lembaga pemerintah, seperti tim Pengarusutamaan Gender Depag, Departemen Pemberdayaan Perempuan, maupun melalui LSM-LSM yang kian menjamur.

Di ranah pendidikan tinggi, telah didirikan institusi-institusi Pusat Studi Wanita (PSW/PSG). Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, dalam www.mennegpp.go.id, melaporkan, jumlah PSW hingga tahun 2005 telah mencapai 132 di seluruh universitas di Indonesia.Feminisme akhirnya menjadi global theology (agama global) dan semakin mengakar pengaruhnya di Indonesia, setelah masuk dalam 10 program PKK dan diresmikannya UU Pemilu 2003 Pasal 65 Ayat 1 yang menyatakan batas minimal keterwakilan perempuan sebagai anggota DPR/DPRD dari setiap partai adalah 30%. (Ninuk Mardiana, Kompas, 16/4/07).
Namun dalam perkembangannya, gerakan feminisme seolah "ngelunjak" (makan hati, red) dan telah merambah ke dalam ranah studi Islam. Bahkan kampanye menuntut keadilan dan peran sosial yang lebih luas bagi wanita seringkali mengabaikan ajaran agama.

Alih-alih berharap memperjuangkan kesetaraan gender, para pengkiblat dan pengekor Barat ini juga menuntuk `kesetaraan' hak waris, hak menjadi imam shalat dan hak azan, hak penyamaan batasan aurat dan pakaian ihram, aqiqah, kesaksian, air kencing bayi, kepemimpinan dalam negara dan rumah tangga, isu-isu perkawinan, termasuk masalah kewalian, mahar, hak talak, masa 'iddah, dan poligami.

Bahkan yang mengejutkan, atas nama `kesetaraan' gender pula, mereka menuntut hal-hal yang jelas dilarang oleh Al-Quran. Di antaranya menuntut dibolehkan menikah dengan lelaki non-muslim, dibolehkan memilih pasangan lesbian (hubungan sejenis antara wanita dengan wanita, sebagai hal yang pernah diperangi di zaman Nabi Luth).

Pangkal masalah
Pada intinya, feminisme dalam batasan tertentu lebih menyerupai `teologi kemarahan'. Gugatan feminisme sebenarnya berawal dari kerancuan pandangan Barat dalam memaknai keadilan, rasional, dan HAM.
Dalam The New Oxford Dictionary of English dijelaskan bahwa tindakan yang adil berarti kualitas yang adil dan rasional (the quality of being fair and reasonable). Sedangkan rasional di kamus ini diartikan sebagai tindakan atau pertimbangan yang dasarnya sejalan dengan akal atau logika. Namun anehnya, penggunaan contoh kata rasional dalam kalimat, ternyata sikap rasional selalu dinisbahkan pada kaum laki-laki. She's not being very rational; Man is a rational being.
Dalam masyarakat Barat terjadi perdebatan sengit yang menuntut penafsiran ulang terhadap Alkitab yang dipandang penyebab utama dalam merendahkan wanita. Pada tahun 1837, Sarah Grimke menyatakan bahwa penafsiran bible secara sengaja dibiaskan terhadap kaum perempuan guna mempertahankan posisi subordinatif (sekunder) mereka. Maka pada tahun 1895, dipublikasikanlah Woman's Bible.
Penyelidikan terhadap peran negatif Alkitab ini, seperti dijelaskan oleh Michael Keene, dipusatkan pada 5 bidang, di antaranya membuat penafsiran alternatif atas teks-teks biblis yang menindas perempuan, seperti teks Alkitab yang mengharuskan perempuan tutup mulut di gereja (1Korintus 14:34-35). Dan menyertakan perempuan dalam konsep ketuhanan. (M. Keene, 2006: 146-147)

Lebih lanjut, Letty M. Russel dalam bukunya Feminist Interpretation of The Bible menjelaskan, 3 metode tafsir feminis terhadap Alkitab, yaitu: 
a) Mencari teks yang memihak perempuan untuk menentang teks-teks terkenal yang digunakan untuk menindas perempuan. 
b) Menyelidiki Kitab Suci secara umum untuk menemukan perspektif teologis yangmengkritik patriarki. c) Menyelidiki teks tentang perempuan untuk belajar dari sejarah dan kisah perempuan kuno dan modern yang hidup dalam kebudayaan patriarkal. (Kanisius, Yogyakarta, 2003: 86-90)

Ringkasnya, gerakan feminisme di Barat muncul sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap teks-teks biblis (teks bible), di antaranya I Timotius 2:12-14, Kejadian 3:16, I Korintus 14:34-35, Wahyu 17:5-6, Efesus 5:22-23, dan Hosea 3:1. Maka mereka pun menolak terus-menerus membaca teks-teks kitab suci dan tradisi patriarkal kuno yang sudah mapan, seperti dijelaskan Nicola Slee, teolog feminis Inggris. (M. Keene, 2006: 46).

Buku Feminist Approaches to the Bible menjelaskan: "The Bible was born and bred in a land of patriarchy; it abounds in male imagery and language". (h.7) Di bagian lain juga dinyatakan: "In Western culture, the Bible has provided the single most important sustaining rationale for the oppression of women". (Dalam budaya Barat, Bibel telah memberikan satu alasan paling penting untuk mempertahankan penindasan perempuan, red). (h.47)

Reaksi atas teologi kemarahan ini sangat terlihat dalam pertemuan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) VII di Pekanbaru, 21-24 Nopember 2007 lalu. Alih-alih ingin memberikan konstribusi ilmu ilmu-ilmu keislaman dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan, ACIS justru menjadi ajang dan usaha "meliberalkan studi Islam" di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam dengan cara yang tidak bermartabat.

Dalam sesi paralel "Islam dan Masalah Hak Asasi Manusia (HAM)" misalnya, pembahasan banyak difokuskan pada usaha mendiskriditkan hukum Islam, menentang ulama fikih yang bermartabat, dan memposisikan MUI sebagai pihak terdakwa. Dalam makalah "Mengubah Wajah Fikih Islam" misalnya, diusulkan munculnya corak fikih baru yang bernuansa `pluralis' yang menjamin hak kebebasan dalam beragama, termasuk hak untuk menafsirkan agama.
Juga diusulkan pembuatan Fikih Berkeadilan Gender sebagai ganti Fikih Patriarkhi, Fikih non-Rasial pengganti Fikih Rasial, dan Fikih Lokal Indonesia pengganti Fikih Lokal Arab. Dengan pengertian ini, mereka seolah menuduh kitab fikih yang disusun para fuqaha terdahulu telah membawa kepentingan subjektif.

Penutup
Walhasil, teologi gender ini (penulis lebih suka menyebut teologi kemarahan) adalah kental kepanjangan tangan Barat. Sementara, umat Islam memiliki tradisi dan khazanah keilmuan yang berbeda dengan Barat.
Menerapkan framework feminisme Barat dalam studi Islam, ibarat keledai yang membawa sekarung kerang dan merendamnya di sungai. Dia mengira hal itu akan mengurangi bebannya seperti yang dilakukan keledai lain yang membawa sekarung garam. Fenomena ini tak kurang sebagai bentuk minimnya perhatian terhadap masalah keilmuan. Ini mengingatkan kata-kata Abu Thalib al-Makki yang dikutip Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya, "Tidak ada pekerjaan maksiat yang lebih jahat daripada kebodohan (jahl), dan kebodohan terbesar adalah tidak mengenali kebodohan (al-jahlu bil jahli)."

copas: Tim Website MIUMI © All Rights Reserved 2012 

http://miumipusat.org

Rabu, 24 Agustus 2011

PENDIDIKAN



Masih Adakah Kejujuran Di Indonesiaku?

Idunia pendidikan adalah kekuatan ideology suatu bangsa. Bangsa itu akan terlihat bermartabat dari kualitas bangsanya yng ada saat ini. Mampukah Indonesia menempatkan pendidikan dalam jantung bangsa?
“oalah…nduk orao sekolah sing penting wetenge warek…”
Kalimat itu sering kita dengar dari orang yang merasa kecewa dengan sesuatu yang dunia pendidikan berikan atau seseorang yang kurang memahami betapa pentingnya pendidikan demi masa depan bangsa dan negeri tercinta ini. Miris sekali memang keadaan masyarakat yang demikian masiaih ada diindonesia saat ini…
Bendo saari sebuah desa yang terlatak di lampung tengah merupakan perkampungan yang cukup besar. Warganya merupakan penduduk transmigran dari jawa. Banyak sekali orang2berada yang mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang universitas, akan tetapai tidaj sedikit yang kurang faham tentang esensi pendidikan itu sendiri. Mereka memandang sekolah tinggi itu bias menganglkat derajat keluarganya…karena aopa? Tidak sedikit alas an sekolah ke jenjang unuversui9tas hanyqalah sebagai ajang bergengsi ditataran masyarakat setengah moderen.

Oembali lagi ke focus p[emb9icaraan kita… orag yang mau maju adalah orang yang berani menyumbngkan seluruh jiwaraganya unt8uk membangun p[aradigma. Dengan apa? Weits bahasanya terlalu tinggi…. Bukan bahansanya yang terlalu tinggi kang tetepi bagaimana kita dalam menyikapi perkembangan yang ada sekarang ini… membaca realitas sosoial yangada…
Percaya atau tidak kategopri mahasiswa saat ini sedikit sekali yang mampu terjunm menghadapi realitas lehidupan yang ada… budaya hedon…pragnatis dalam berp[enddikan seolah sudah merajalea dimana-mana. ,mengapa demikianb ? siaqpa yang mau kita salahkan?

Sebut saja agen of change dalam memperbaiki tatanan social keranah public…
Semua itu hanyalah jargon hebat ubtuk kalangan cendikia pada era sekarang. Tetapi tidak semua lho…
Tang terlintas dalam pemikiran saatnini adalah sudah baiah system kita saat ini|?
Pertabytan ini bukan saya, atau anda yang akan mrenjawab… tetapi kit a semua. Loyalitas kita dipertabnyakan, bgaimana tanggung jawanmu senagai seot\rang guru yangf p[rofesional…oh… banyak sekali PR generasi penerus ini….

TENTANG MENULIS MENULIS


Sesuatu yang sangat mengesankan. Sebuah kemampuan diri yang bias di eksplorasi didunia public adalah menulis. Banyak hal yang bias kita tulia. Bisa inspirasi kita tentang seseorang atau sesuatu yang menggelikan.
Belajar menulis memang terkdadang ssangat sulit untuk memulainya akan tetapi akan lebih sulit lagi apa bila kita tidask mau mengeksplorasi kemampuan yang kita miliki. Semuanuya akan terasa beku didalam otak. Makanya jangan malas menulis ya… boleh kita berbuat atau menulis sesuka kita. Akan tetapi etika menulis haruslah tetapo kita pergunakan. Kartena karuya tulis mampu membius, menembus pasar hatisehingga apa yang kita tul;is mebnhadi cambuk bagi m,ereka yang super luar biasa dalam dunia tulismenuklis. Sungguh luar biasa.

Salah satu buKu yang memotivasi dalam menulis dan memerbitkan buku2 buku-buku kita. bukunya berjudul sel publishing… luar biasa. eits BUkan promosi lho… tapi kalu mau dinilai sebagai promo tak masalah lah… penulisnya bp. Miftahul huda. Kepada kawan-kawan ikatan semoga bermanfst jaa… salam kenal untuk semuaAA

Rabu, 12 Januari 2011

Menanti sikap kritis kontruktifistik mahasiswa

M

ahasiswa adalah sosok yang dinilai meiliki idealisme. Sikap kritis dan kepekaan social menjadi karakter khas mahasiwa.memang benar mahasiswa memiliki peraan yang signifikan dalam laju perjalanan bangsa,tapi bukan berarri mahasiswa tanpa cela
Secara factual, mahasiswa terbagi dua tipe: Ordinary Student atau Extraordinary Student. Mahasiswa biasa biasa saja atau mahasiswa luar biasa benarkah mahasiswa akan berkiprah nyata dan perduli dalam kehidupan bangsa? Berperankah mahasiswa dalam mengontrol roda pemerintahan.
Mahassiswa tipe Ordinary Student adalah tipe mahasiswa yang pasif.menurut Dwi Budianto(2005), mahasiswa tipe ini adalah tipe mahasiswa yang enggan terlibat dalam aktifitas perubahan social. Mahasiswa tipe ini tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi ditengah masyarakat. Bukan berarti tidak memikliki potensi dan kapasitas. Mungkin memiliki kapasitas, tapi enggan menanggung resiko-resiko untuk menjadi bagian perubahan.
Mahasiswa tipe ini seperti disindir Saratri Wilonoyudho (2008) yang terjebak didunia “kapitalis”. Berangkat kekempus sekedar “ritual” saja tanpa niat tulus untuk mengrmbangkan intelektualitasnya.
Indikatornya adalah malas mengerjakan tugas, malas membeli buku, malas membaca, malas menulis, malas berdiskusi di dalam kelas dll.
Maha siswa hanya menyambah syimbol symbol keilmuan tanpa nafsu.
Dan perasaan untuk mengembangkanya.
Sebagai bagian dari pemuda yang memperoleh pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut mampu untuk berperan lebih. Mahasiswa tipe ordinary student tidak akan memberikan kontribusi positif bagi setiap upaya perbaikan kehidupan bangsa dan megara. Tentu saja, refleksi kritis perlu dilakukan maha siswa dengan mempertanyakan eksistensi dirinya dalam arus perubahan social. Mahasiswa dituntut menjadi mahasiswa Ekstra Ordinary Student yang selalu memiliki idealisme, sikap kritis, kepekaan, dan kepedulian social, dan keberanian menyatakan kebenaran, jalannya roda pemerintaha merupakan salah satu ruang kontribusi bagai mahasiswa. Menyaksikan fakta pemerintah yang belum sepenuknya berjalan baik dan berpihak bagi kemaslahatan masyarakat, mahasiswa perlu bertanggung jawab lewat sikap kritis kontruktifis.
Dalam mengawal jalanya pemerintahan mahasiswa tidak hanya berhenti pada aksi demonstrasi semata tetapi juga dituntut mampu memberikan tawaran tawaran solutif terhada permasalahan bangsa .maka ,analisis dan kajian kebijakan perlu didirikan dalam gerakan atau organisasi kemahasiswaan. Sisi intelektual mahasiswa perlu di tunjukan dengan menguasai permasalahan dan strategi pemecahanya.
Hubungan interaktif kemahasiswaan dengan pemerintah perlu dijalin untuk mengontrol pemerintah mahasiswa tidak ada salahnya mendesak pemerintah intuk mengadakan temu interaktif dengan pihak mahasiswa selain itu, mahasiswa sudah saatnya berani “berperang” dengan tulisan dalam mengkritisi dan mengawasi jalanya pemerintahan.

Selasa, 04 Januari 2011

klinik cantik

Sekilas info kesehatan
Apa anda kenal dengan yang namanya kank-eR?
Emm…Kanker dan tumor apa bedanya?
Pada dasarnya keduanya memiliki dasar definisi yang sama yaitu ketidak normalan pertumbuhan sel akibat factor tertemtu. Beadanya istilah tumor (latin; pembengkakan) dipakai secara umum pada setiap ketidak normalan pertumbuhan sel, sedang kanker adalah istilah untuk ketidak normalan pertumbuhan sel yang bersifat ganas, cepat tumbuh, tidak berirama, menyebar dan mengalami mutasi atau perubahan dari gen asal
Apa sich penyebab kanker?
Kanker disebabkan oleh ;
1. Kelainan genetic bawaan
2. Karsinogen; zat kimia, radiasi atau virus tertentu
3. Lingkungan
Bagaimana gejala orang yang mengidap kanker
Gejala umum; gejala kanker yang muncul tergantung dari jenis, tempat dan stadium kanker
Pada umumnya gejalanya adalah sebagai berikut;
Pembengkakan pada organ yang terkena (missal benjolan di payudara, di perut, dsb)
1. Terjadi perubahan warna (missal perubahan warna tahi lalat)
2. Demam kronis
3. Terjadinya batuk kroniis terutama kanker paru atau perubahan suara pada kanker leher
4. Terjadinyaperubahan pada system pencernaan atau kandung kemih (missal perubahan BAB, BAB darah dsb)
5. Penurunan nafsu makan dan berat badan
6. Keluarnya cairan atau darah tidak normal dari putting payudara
Dll

Gimama ya untuk pengobatannya?
Jenis pengobatan kanker adalah sebagai berikut;
1. Bedah
2. Radiasi
3. Kemoterapi
4. Terapi biologi dengan herba
5. Kombinasi

Untuk jenis pengobatan yang dipilih tergantung dari jenis, lokasi, dan stadium kanker, kondisi fisik pasien, pilihan pasien, dan ketersediaan sarana. Pengobatan stadium lanjut sangat sukar lho…
Sebaiknya jika ditemuklan kanker sejak dini, maka umumnya kanker dapat disembuhkan.

(Dikutip dari majalah islam ar-risalah edisi 112)

Ruang pendidikan

Wahai dahlan, sungguh di depanmu ,ada bahaya besar dan peristiwa-peristiwa
yang akan mengejutkan engkau. Yang pasti harus engkau lewati.
Mungkin engkau akan melewatinya dengan selamat
Tapi mungkin juga engkau akan binasa karenanya
Wahai Dahlan, coba engkau bayangkan seolah-olah
engkau seorang diri bersama Allah,Sedangkan engkau menghadapi kematian
Pengadilan, hisab, syurga, dan meraka,Dari dekian yang engkau hadapi itu,
Renungkan yang terdekat padamu. Dan tinggalkan yang lainnya

(Pesan K.H Ahmad Dahlan dalam bahasa arab kepada dirinya sendiri, diterjemahkan oleh Djarnawi Hadikusumo)

Siapa sih yang tidak kenal sosok Ahmad Dahlan???...
Apa lagi yang kuliah di PTM, wah rugi banget? Kalau itu yang terjadi pada diri anda, mulai sekarang jangan malas membaca ya…
Menu utama pada rubrik “Ruang Pendidikan” kita akan membahas “sekilas Profil Pendiri Muhammadiyah dan pokok2 pikiran KHA. Dahlan” pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah pada mulanya tidak dapat dipisahkan dari eksistensi KHA. Dahlan. Beliau lah…pendiri Persyarikatan Muhmmadiyah dan peletak dasar prinsip2nya. Atas dasar itu, berbicara tentang Perkembangan Muhammadiyah perlu melihat eksistensi pendiri persyarikatan ini. Muhammadiyah didirikan oleh KHA. Dahlan yang merupakan oprasionalisasi dari hasil pemikiran dan perenungannyadalam memahami islam, serta hasrat yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai ajaran islam alam kehidupan kemasyarakatan.
Nah sekarang apa dan siapa sesungguhnya KHA. Akhmad dahlan? Jawabannya tentu akan mengacu kepada sejarah kehidupan dan keberadaan kiyai sebagai seorang muslim yang tinggal/ yang hidip di Indonesia (jawa)1
Kawan kita lihat yuk pokok2 pikiran pembaharuan KHA. Dahlan dalam berbagai aspek pandangnya;
1. Bidang akidah, beliau sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama salaf
2. Bidang beragama, beragama itu adalah beramal “berkarya dengan sesuatu” melakukan tindakan sesuai dengan Al-quran dan Sunnah. “jika kau beragma hadapkanlah jiwa dan ragamu hanya kepada Allah dengan bukti tindakan dan perbuatan”
3. Al-quran dan sunnah adalah dasar pokok hokum islam , yang ditentukan dengan penelaan kemampuan berfikir logis (akal fikiran ) serta ijma dan qiyas.
4. Lima jalan memahami AL-Quran
a. Memahami artinya
b. Memahami tafsir dan maksud
c. Jika terdapat larangan dalam Al-Quran tanyakan pada diri apakah larangan semacam itu sudah ditinggalkan
d. Jika mendapat amar/perintah tanyakan pada diri sendiri
e. Jika yang empat belum jangan membaca yang lain
5. Metodologi memahami Al-quran dan kehidupan duniawi beliaw menyatakan adalah tindakan nyata adlah wujud konkrit dalam penerjemahan Al-quran dan organisasi adalah induk dari tindakan itu. Maka dar itu manusia perlu mempertajam kemampuan akal pikirannya(logika)
6. Senang beramal “kematian adlah bahaya akan tetapi lupa kepada kematian merupakan bahaya yang cukup besar”
7. Kunci kemajuan umat islam adalah pemahaman berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat. “jadi insinyur, guru/dosen, master, pedagang dll kembalilah berjuang dalam Muhammadiyah”2
8. Dalam membina dan menciptakan kader KHA. Dahlan menyatakan perlunya metode kaderisasi dg jalan binaan secara langsung generasi muda, untuk menyiapkan fungsionarisasi gerakan muhammadiyah
9. Hadapi peruubahan dan perkembangan ini dengan merujuk pada AL-quran dan menghilangkan sikap fanatisme dan menjauhkan dari sikap taklid dan menghidupkan jiwa dengan semangat itihad
10. Rakyat kecil, kaum kafir, para hartawan dan para intelektual erupakan medan dan sasaran gerakan dakwah Muhammadiyah.
(Dikutip dari Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam 1 karya A. Rasyid Sidiq)

@Bagaimana sekarang dengan kita dalam memahami Islam???

*1baca “sang pencerah” novelisasi kehidupan K.H Ahmad dahlan dan Perjuangannya mendirikan muhammadiyah
*2pesan K.A Dahlan